Jangan downgrade RB750 di bawah versi 3.26

Jangan downgrade RB750 di bawah versi 3.26….

Coba-coba downgrade ke versi 3.24 ternyata langsung nge-blank, nda bisa booting. Dan setelah cari-cari tau ternyata RB750 ntu barang baru dan ditest pada versi 3.26.

Nah ketika ngeblank, bisa diselamatin lagi pake NetInstall. Dengan cara menekan tombol reset terus menerus sebelum dan sesudah kabel power dicolok. Untuk tombol reset, usahakan untuk tidak menekan tombolnya terlalu keras, karena akan menyebabkan tombol resetnya tercopot pada PCBnya.

Ketika pake NetInstall, coba langsung ke versi 3.30 ajah ato diatas versi 3.26.

Sumber :
http://www.routerboard.com/index.php?showProduct=56
http://www.routerboard.com/pricelist/download_file.php?file_id=91
http://www.routerboard.com/pricelist/download_file.php?file_id=106

95_m

Iklan
Ditulis dalam Diriku. 2 Comments »

NTP Server Ubuntu 9.04

Simple ajah…

Jalanin perintah
#sudo apt-get install ntp

#pico /etc/ntp.conf
tambahkan di baris setelah server ntp.ubuntu.com

server 2.id.pool.ntp.org
server 1.asia.pool.ntp.org
server 0.asia.pool.ntp.org

jangan lupa sekalian di berikan tanda # pada
#server ntp.ubuntu.com

#/etc/init.d/ntp stop
#ntpdate 2.id.pool.ntp.org

Pastikan bahwa date pada ubuntu sudah sesuai dengan ntpdate, karena jika tidak sesuai maka server tidak dapat melakukan sinkronisasi dengan ntpserver yang lain. Apabila ubuntu terletak di vps-xen maka harus disetup sysctlnya agar dapat disesuaikan date nya. Cara setting date agar bisa disetup di vps-xen yaitu dengan cara echo “1” > /proc/sys/xen/independent_wallclock
Atau bisa menambahkan xen.independent_wallclock = 1 pada /etc/sysctl.conf

#/etc/init.d/ntp start

Lihat status stratum, dan pastikan tidak 16. Untuk melihat statusnya :
#ntpq -c readvar | grep stratum
#ntpq -c rv | grep stratum
#ntpq -c pe
#ntpq -c rv
#ntpq -c as
#tail -f /var/log/daemon.log

Apabila stratum masih 16, maka tunggu beberapa menit ato jam agar server dapat sync dengan ntp server pusat.

Sumber :
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=855519
http://forums.rimuhosting.com/forums/archive/index.php/t-188.html

Ubuntu : Apache2 Virtual Host – Cacti

Sehari 3 kali post .. wah rekor nih 😀

Selanjutnya mengkonfigurasi apache2 yang sudah ada, agar cacti tidak dapat di akses pada http://localhost/cacti namun dapat diakses pada http://cacti.localhost
Ubuntu Server 9.04 dengan Apache2 2.2.11 dan Cacti 0.8.7b.
Untuk cacti.localhost, dapat dikonfigurasi pada file /etc/hosts. Maklum namanya juga nyoba jadi pake local ajah dulu.

Asumsi apache2 dan cacti dah terinstall.
# pico /etc/apache2/sites-available/cacti.localhost

<VirtualHost *:80>
ServerName cacti.localhost
ServerAdmin admin@cacti.localhost

DocumentRoot /usr/share/cacti/site
DirectoryIndex index.php
<Directory /usr/share/cacti/site/>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride None
Order allow,deny
allow from all
</Directory>

ErrorLog /var/log/apache2/error.log-cacti.localhost

# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,
# alert, emerg.
LogLevel warn

CustomLog /var/log/apache2/access.log-cacti.localhost
ServerSignature On

</VirtualHost>

# a2ensite cacti.localhost
# pico /etc/cacti/apache.conf
Edit file /etc/cacti/apache.conf lalu tambahkan tanda # pada Alias

#Alias /cacti /usr/share/cacti/site

<DirectoryMatch /usr/share/cacti/site>
Options +FollowSymLinks
AllowOverride None
order allow,deny
allow from all
<IfModule mod_php4.c>
AddType application/x-httpd-php .php

php_flag magic_quotes_gpc Off
php_flag short_open_tag On
php_flag register_globals Off
php_flag register_argc_argv On
php_flag track_vars On
# this setting is necessary for some locales
php_value mbstring.func_overload 0
php_value include_path .

DirectoryIndex index.php
</IfModule>
</DirectoryMatch>

# /etc/init.d/apache2 restart
# links http://cacti.localhost
Cek hasilnya dengan menggunakan links ato lynx

Keren dah …

Untuk spine diubuntu 9.04 sebaiknya diupgrade ke versi cacti-spine*c.deb
Bisa diunduh di sini http://de.archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/c/cacti-spine/
atau bisa lewat kambing http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/pool/universe/c/cacti-spine/

Sumber :
http://www.petersblog.org/node/840

apache

Ditulis dalam Tutorial. 1 Comment »

OpenVPN : FreeBSD – Mikrotik

Selesai mencoba IP-IP Tunnel, sekarang mencoba OpenVPN.
Masih menggunakan spek yang sama, namun FreeBSD sebagai openvpn server. Sedangkan Mikrotik sebagai openvpn client.

Konfigurasinya rada ribet tapi seru. Untuk koneksi antar server, menggunakan certificate yang telah dibuat sebelumnya. Cara pembuatan certificate dapat dilihat pada http://www.freebsddiary.org/openvpn-easy-rsa.php.

Virtual Device yang akan dibuat untuk koneksi openvpn, yaitu dengan menggunakan tun (ip) bukan menggunakan tap (ethernet).

  • Server FreeBSD
    IP Address 192.168.0.50
    Netmask 255.255.255.0

    • Install OpenVPN
      # cd /usr/ports/security/openvpn
      # make install clean/usr/ports/security/openvpn
    • Load TUN Interface
      # kldload if_tun
      Apabila ingin meload device secara otomatis, dapat menambahkan pada /boot/loader.conf isian berikut if_tun_load=”YES”
    • Konfigurasi OpenVPN Server
      # mkdir /usr/local/etc/openvpn
      # ee /usr/local/etc/openvpn/openvpn.conf

      local 192.168.0.50
      port 1194
      proto tcp-server
      dev tun
      ca keys/ca.crt
      cert keys/server.crt
      key keys/server.key
      dh keys/dh1024.pem
      server 10.5.5.0 255.255.255.248
      ifconfig-pool-persist ipp.txt
      keepalive 10 120
      cipher BF-CBC
      auth sha1
      persist-key
      persist-tun
      status openvpn-status.log
      verb 3

      # ee /etc/rc.conf

      openvpn_enable=”YES”
      openvpn_configfile=”/usr/local/etc/openvpn/openvpn.conf”
      openvpn_if=”tun”

  • Server Mikrotik
    IP Address 192.168.0.100
    Netmask 255.255.255.0

    • Konfigurasi OpenVPN Client
      # Buka Winbox, masukan IP Address, username dan password servernya
      # Klik interface, klik tanda tambah ‘+’ lalu klik ‘OVPN Client’
      # Pada jendela ‘New Interface’, tab ‘Dial Out’ masukan inputan pada ‘Connect To:’ dengan ‘192.168.0.50’; ‘Port:’ dengan ‘1194’; ‘Mode:’ dengan ‘ip’; ‘User:’ dengan ‘Terserah isinya apa saja’; ‘Password:’ dengan ‘Intinya user dan password harus diisi’; pilih ‘Certificate:’ dengan yang certificate yang sudah dibuat dan diimport ke Mikrotik; pilih ‘Auth:’ dengan ‘sh1’; pilih ‘Cipher:’ dengan ‘blowfish 128’ lalu klik tombol ‘OK’
      # Maka secara otomatis apabila terkoneksi, Mikrotik akan mendapatkan IP Dynamic dari FreeBSD yang dapat dilihat pada Address List Mikrotik.

Untuk konfigurasi OpenVPN Server, tidak menggunakan lzo compress dan port udp karena Mikrotik belum support dengan konfigurasi tersebut.

Sumber :
http://www.freebsddiary.org/openvpn.php
http://forum.mikrotik.com/viewtopic.php?f=1&t=18674

Openvpn_logo

Ditulis dalam Tutorial. 4 Comments »

IP Tunnel : IPIP FreeBSD – IPIP Mikrotik

Back to mikrotik..
Kali ini nyoba buat IP Tunnel server FreeBSD dengan server Mikrotik.

Caranya simple banget, tapi sebelumnya di jelasin dulu spek servernya.

Server FreeBSD :
Versi 6.2
IP Address 192.168.0.50
Netmask 255.255.255.0

Server Mikrotik :
Versi 3.x
IP Address 192.168.0.100
Netmask 255.255.255.0

    Selanjutnya adalah konfigurasi masing-masing servernya :

  • Server FreeBSD
    #/sbin/ifconfig gif0 destroy
    #/sbin/ifconfig gif0 create
    #/sbin/ifconfig gif0 tunnel 192.168.0.50 192.168.0.100
    #/bin/sleep 10
    #/sbin/ifconfig gif0 10.0.0.1 netmask 255.255.255.252 10.0.0.2
    #/sbin/ifconfig gif0 mtu 1500 up

    Untuk mereload secara otomatis, maka perintah tersebut dapat di taruh pada /etc/rc.local

  • Server Mikrotik
    # Buka Winbox, masukan IP Address, username dan password servernya
    # Klik interface, klik tanda tambah ‘+’ lalu klik ‘IP Tunnel’
    # Pada jendela ‘New Interface’, tab ‘General’ masukan inputan pada ‘Local Address:’ dengan ‘192.168.0.100’ lalu ‘Remote Address:’ dengan ‘192.168.0.50’ lalu klik tombol ‘OK’
    # Klik ‘IP’, ‘Address List’
    # Pada jendela ‘Address List’, klik tanda tambah ‘+’
    # Pada jendela ‘New Address’ masukan ‘10.0.0.2/30’, lalu pilih ‘Interface’ IP Tunnelnya, biasanya sih dengan nama ipip.

Udah deh, tinggal dicoba dengan ping antar server dengan menggunakan IP Address 10.0.0.1 atau 10.0.0.2.

Sumber :
http://kovyrin.net/2006/03/17/how-to-create-ip-ip-tunnel-between-freebsd-and-linux/
freebsd-logo-new